Selasa, 17 Januari 2012

MANAJEMEN OPERASIONAL

Matakuliah : Manajemen Operasional
Dosen        : Drs Imam Wibowo


Produksi/Operasi :
Suatu proses perubahan (Transformasi/konversi) Input menjadi Output.
Perubahan dapat berupa tangible (nyata) dan intangible (tidak nyata)

Pada hakekatnya proses transformasi menciptakan penambahan/peningkatan faedah/manfaat/nilai dari suatu input.

Dalam kegiatan operasi terdapat 5 (lima) komponen yang saling terkait,yaitu :





Output (produk) dapat berupa barang yang dihasilkan oleh perusahaan Manufaktur, dan dapat berupa jasa yang dihasilkan oleh perusahaan Jasa.


Input
Input bagi suatu proses transformasi dapat dibedakan dalam kategori sebagai berikut :
1.Bahan baku atau bagian-bagian komponen untuk pemrosesan.
2.Konsumen untuk pemrosesan ulang.
3.Konsumen yang berhubungan langsung dengan material, barang atau informasi  untuk pemrosesan ulang.

Jadi, jika inputnya adalah bahan baku maka prosesnya adalah proses manufaktur, tetapi jika inputnya adalah konsumen atau yang berhubungan dengan pelanggan maka prosesnya adalah jasa.

Output
Kategori output (produk utama) adalah :
1.Barang-barang yang telah selesai diproses dan siap dijual.
2.Pelanggan yang diproses.
3.Sesuatu yang diproses untuk pelanggan.


Faktor/Fasilitas pendukung
1.Manusia.
2.Mesin dan Peralatan Kerja.
3.Energi.
4.Fasilitas,dan
5.Bahan baku pembantu.

Yang dimaksud dengan bahan baku pembantu adalah bahan yang dipakai selama operasi berlangsung,tetapi tidak terlihat pada produk akhir),seperti:
*Minyak pelumas
*Pakaian rumah sakit pada usaha pelayanan jasa kesehatan.

Dari kelima faktor pendukung tersebut di atas, modal tidak dicantumkam karena modal bukan merupakan sumberdaya langsung. Modal (secara fisik) tidak memberikan kontribusi langsung bagi proses transformasi,walau demikian secara implisit modal berada dalam daftar tersebut karena kita membutuhkan modal untuk masing-masing factor pendukung.

By-produck (Produk Sampingan)
Hampir semua proses transformasi menghasilkan produk sampingan. Di Perusahaan manufaktur, produk sampingan terdiri atas air,polusi udara dan serpihan material. Sementara produk sampingan dari operasi usaha jasa umumnya adalah kepuasan pelanggan dan beberapa limbah atau polusi.

Manajemen Operasi:
Merupakan rangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian proses transformasi input menjadi output.

Dari definsi Manajemen Operasi dapat dikatakan bahwa fungsi dari Manajemen Operasi adalah menyediakan barang/jasa dengan menerapkan fungsi-fungsi dasar dari proses manajemen.

Penyediaan barang/jasa merupakan tanggungjawab dari Manajer Operasi, karena harus dapat mengaplikasikan fungsi-fungsi dasar manajemen (dengan kata lain Manajer Operasi harus memiliki keahlian manajerial) untuk menghasilkan produk (barang/jasa) yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.
Pertanyaannya adalah produk seperti apa dan bagaimana menghasilkannya?

Pentingnya mempelajari dan memahami manajemen operasi.
Dari banyaknya alasan mengapa perlu mempelajari dan memahami manajemen operasi adalah:
1.Bidang operasi merupakan bagian termahal dari suatu organisasi/perusahaan, karena kegiatan fungsi operasi menggunakan persentase terbesar pendapatan yang diperoleh perusahaan untuk menghasilkan barang/jasa. 
2.Perkembangan teknologi menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap kegiatan fungsi operasi.
3.Organisasi perusahaan secara tipikal merupakan integrasi dari berbagai fungsi perusahaan sehingga fungsi operasi dalam menyediakan barang/jasa dapat terlaksana dengan baik.
4.Agar di dalam melaksanakan kegiatan fungsi operasi dapat dicapai efisiensi.

Permasalahan yang ada dalam berproduksi/operasi.

Sebelum Proses:
1.Perencanaan Kapasitas.
2.Perencanan Letak/Lokasi.
3.Perencanaan Bangunan.
4.Perencanan Layout.
5.Perencanaan Lingkungan Kerja
6.Perencanaan system informasi produksi.

Saat dan Setelah Proses:
1.Perencanaan Produk dan Produksi.
2.Perencanaan dan pengendalian material.
3.Perencanaan dan pengendalian tenaga kerja.
4.Perencanaan dan pengendalian mesin.
5.Pengendalian Mutu.
6.Pengendalian biaya produksi,
7.Dan lain-lain.


Bidang Usaha Manufaktur Dan Jasa
Perusahaan Manufaktur mereupakan perusahaan yang menghasilkan barang (tangible/berwujud),sedangkan perusahaan Jasa merupakan perusahaan yang menghasilkan Jasa (intangible/tidak berwujud)


Strategi Operasi
Bagaimana kita dapat memuaskan konsumen (pelanggan)? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan terpenting yang perlu ditanyakan kepada setiap perusahaan. Kita ketahui bahwa keinginan dan kebutuhan konsumen sangat beragam, hal ini menyebabkan perusahaan harus memiliki strategi operasi yang menyebabkan perusahaan menjadi berbeda dengan perusahaan lainnya dan memiliki Keunggulan Bersaing (competitive advantage).

Keunggulan Bersaing adalah sesuatu yang dimiliki perusahaan yang memungkinkan perusahaan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata keuntungan yang diperoleh pesaing dalam industri.

Strategi adalah suatu rencana aksi (apa yang akan dilakukan) organisasi atau perusahaan agar mampu bersaing dalam persaingan. Michael Porter menegaskan bahwa untuk mampu bersaing maka perusahaan dapat memilih salah satu dari tiga strategi generiknya yang terkenal yaitu : Diferensiasi (Differentiation), Kepemimpinan Biaya Menyeluruh (Overall Cost Leadership) dan Fokus (Focus).

Strategi Diferensiasi menitik beratkan pada membangun persepsi konsumen atau pelanggan akan keunggulan yang dimiliki produk yang dihasilkan perusahaan. Dapat dikatakan strategi ini mengambil konsumen dan pelanggan sebagai pusat perhatian yang utama. Dengan demikian, perusahaan yang menerapkan strategi diferensiasi harus dapat membuat produk yang memiliki keunggulan bersaing. Seperti apa produk yang memiliki keunggulan bersaing ? hal ini menjadi tugas atau tanggungjawab Manajer Operasi.

Strategi Kepemimpinan Biaya Menyeluruh lebih memperhitungkan para pesaing daripada konsumen/pelanggan. Perusahaan yang menerapkan strategi ini harus dapat menjual produknya yang lebih murah dibandingkan harga pesaingnya. Sekarang yang harus dijawab adalah bagaimana caranya membuat produk dengan biaya produksi yang rendah sehingga harga jual produk lebih murah dibandingkan harga jual produk pesaing?

Adapun untuk Strategi Fokus dipakai oleh perusahaan yang ingin menghindarkan diri dari konfrontasi langsung dengan para pesaingnya yaitu dengan cara mengkonsentrasikan diri pada pangsa pasar yang lebih kecil (market niche). Prinsip dasarnya adalah menggunakan Strategi Diferensiasi atau Kepemimpinan Biaya Menyeluruh untuk melayani pasar tertentu dengan lebih baik daripada pesaing.

Penerapan Strategi
Perusahaan-perusahaan (manufaktur dan jasa) sebaiknya  secara berkala dan rutin melakukan evaluasi kekuatan dan kelemahannya sebagaimana peluang dan ancaman dievaluasi. Hal ini sangatlah penting agar perusahaan dapat memposisikan diri berdasarkan keunggulan bersaing yang dimilikinya, sehingga dapat memaksimalkan pencapaian peluang dan meminimalkan ancaman.

Langkah-langkah tersebut di atas merupakan proses analisis terhadap lingkungan yang dapat membantu perumusan strategi yang cocok untuk perusahaan dan memudahkan dalam implementsi (penerapan) strategi. Penerapan strategi yang berhasil membutuhkan identifikasi tugas-tugas penting untuk mencapai sukses. Manajer Operasi harus dapat menentukan antara lain :
1.Tugas-tugas apa saja yang harus dilaksanakan dengan baik untuk strategi tertentu.
2.Unsur-unsur manakah yang mengandung kecenderungan kegagalan tertinggi.
3.Tugas manakah yang menuntut komitmen tambahan,dan
4.Aktivitas-aktivitas manakah yang akan membantu fungsi operasi memberikan keunggulan bersaing?





II. DESAIN PROSES Dan KAPASITAS

A. Desain Proses.
    Mendesain ataupun menetapkan suatu jenis proses produksi (Operasi) sangatlah bersifat strategis dan sangat penting. Keputusan yang berkaitan dengan proses akan mempunyai pengaruh (untuk jangka panjang) terhadap harga, kualitas, pengiriman/penyerahan dan fleksibilitas operasi khususnya terhadap efisiensi produksi. Seperti yang dijelaskan oleh Wickham Skinner (1979), keputusan pemilihan proses operasi cenderung untuk mengikat perusahaan pada peralatan, fasilitas dan tenaga kerja tertentu. Akibatnya hal ini akan membatasi pilihan  keputusan strategi di masa datang.
    
    Sebelum mengambil keputusan tentang pemilihan proses produksi, rencana rencana rancangan produk (barang atau jasa) harus diketahui. Serangkaian keputusan harus dilakukan berkaitan dengan pencarian jawaban atas pertanyaan antara lain dapatkah produk dibuat? apakah tersedia teknologi untuk membuat produk? Apakah produk dibuat untuk persediaan (make to stock) atau untuk memenuhi pesanan (make to order)? Pertanyaan tersebut berkenaan dengan pemilihan teknologi. Bila teknologi telah tersedia, maka barulah diambil keputusan untuk menentukan tipe/jenis proses produksi yang akan digunakan.

Tipe-Tipe Proses Produksi :   
Tipe proses produksi yang pertama adalah aliran produk atau urutan operasi , dalam tipe ini terdapat tiga jenis aliran proses,yaitu:
1.Aliran lini/garis. Aliran ini mempunyai ciri yaitu aliran prosesnya telah baku dan tetap, dengan produk yang telah terstandardisir dan mengalir dari satu operasi atau gugus tugas (work station) ke operasi berikutnya dalam urutan yang telah ditentukan. Setiap gugus tugas berhubungan dan harus seimbang sehingga satu gugus tugas tidak menghambat gugus tugas berikutnya sebagaimana gambar di bawah ini :


















Ada kemungkinan terdapat aliran dari samping garis,tetapi aliran tersebut akan berintegrasi pada aliran utama.
Dalam perusahaan manufacturing, aliran produk adalah sama dengan aliran bahan mentah. Adapun di industri jasa yang murni, tidak terdapat aliran fisik produk akan tetapi terdapat  urutan operasi yang dilaksanakan dalam penyampaian jasa tersebut.Urutan operasi pelayanan jasa ini dapat dianggap sebagai “aliran produk” untuk industri jasa.

Operasi aliran garis, dapat dibagi menjadi dua tipe sistem produksi yaitu Proses Produksi Massa (Mass Production) dan Proses Produksi Terus Menerus (Continuous Production).

Proses Produksi Massa pada umumnya memproduksi produk dalam jumlah yang banyak dengan serangkaian proses operasi yang sama dengan proses sebelumnya,sehingga proses ini disebut juga sebagai repetitive process. Produksi massa juga bersangkutan dengan tipe operasi lini perakitan seperti yang digunakan dalam industri barang-barang elektronik dan mobil.

Proses Produksi Terus Menerus  merupakan proses produksi yang berkesinambungan (Continuous Production) ditandai dengan waktu produksi yang relatif lama sehingga dapat dihindari kegiatan yang berupa persiapan untuk menyusun aliran proses produksi dan penyetelan-penyetelan. Produksi terus menerus tampak dalam industri kimia, kertas, baja, bir dan sebagainya.

Meskipun kedua operasi (produksi massa dan produksi terus menerus) bersifat aliran garis, tetapi proses produksi terus menerus lebih cenderung mempergunakan alat-alat dengan otomatisasi yang tinggi dan memproduksi barang yang lebih baku. Operasi-operasi garis biasanya efisien tetapi tidak fleksibel. Efisiensi ini diakibatkan oleh substitusi proses operasi padat karya dengan proses padat modal (capital intensive) dan standardisasi pengerjaan tugas-tugas rutin. Tingkat efisiensi yang tinggi diperlukan untuk menutup biaya peralatan khusus (special purpose) yang memiliki otomatisasi tinggi.

2.Aliran Intermittent (Terputus-putus). Karakteristik proses aliran intermittent adalah proses produksi dalam kelompok-kelompok barang yang sejenis pada interval-interval waktu yang terputus-putus. Pada aliran ini, peralatan dan tenaga kerja diatur/diorganisir dalam gugus kerja (pusat kerja) menurut tipe-tipe keterampilan atau peralatan yang serupa. Aliran intermittent menggunakan peralatan yang multi guna (general purpose) dan tenaga kerja dengan keterampilan yang tinggi sehingga operasinya sangat fleksibel jika terjadi perubahan produk dan volume tetapi juga kurang efisien. Pola aliran yang bercampur baur dan variasi produk yang banyak akan menimbulkan masalah yang sulit dalam mengendalikan persediaan,penjadualan dan kualitas produk. Suatu produk atau pekerjaan akan mengalir hanya melalui gugus kerja yang diperlukan. Jadi aliran bahan sampai menjadi produk akhir tidak mempunyai pola aliran yang pasti, seperti gambar di bawah ini :





Jika operasi intermittent dioperasikan mendekati kapasitas maksimal,akan terjadi penumpukkan persediaan barang dalam proses yang tinggi serta waktu proses pada gugus kerja akan menjadi meningkat. Hal ini disebabkan karena  adanya gangguan pada pekerjaan apabila pekerjaan yang berbeda memerlukan peralatan atau tenaga kerja yang sejenis pada waktu yang sama, sehingga mengakibatkan daya guna peralatan dan tenaga kerja menjadi lebih rendah dibandingkan operasi pada tipe aliran garis.

Karakteristik yang terlihat pada proses intermittent adalah peralatan dan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sejenis dikelompokkan bersama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar